DISUSUN OLEH :
NAMA : SYAIFUL ANWAR
RANGKUTI
NIM : 171201162
KELAS : HUT 2A
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis
panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan Makalah ini dengan baik dan tepat waktu.Makalah ini
berjudul “Profil Pengusaha Sukses" pada mata kuliah Kewirausahaan dengan
lancar.Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menambah wawasan,
memaparkan berbagai hal yang berkaitan dengan profil pengusaha sukses sehingga
dapat membantu para mahasiswa dalam mengetahui tentang bagaimana menjadi
pengusaha sukses, serta memenuhi tugas yang telah diberikan oleh Dosen
Pembimbing mata kuliah Kewirausahaan.Penulis menyadari masih terdapat kesalahan
dalam penulisan makalah ini.Penulis mengharapkan kritik dan saran dalam
penulisan makalah ini.Penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat dan dapat
merealisasikan ilmu yang ada di makalah ini.
Medan, Juni 2018
Syaiful Anwar Rangkuti
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR………………………………………………………...…………….i
DAFTAR ISI...................................................................................................... ….…………ii
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Kehidupan ............................................................................ ……………1
2. Awal Mula Usaha .......................................................................................... ……………1
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................. ……………3
BAB
III PENUTUP
Kesimpulan ......................................................................................................... …………….5
Saran ................................................................................................................. …………….5
REFRENSI
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Kehidupan
Chairul Tanjung lahir di Jakarta
tanggal 16 juni 1962.Ayahnya bernama Abdul Ghafar Tanjung, dan berasal dari
Sibolga, Sumatera Utara. Ayahnya merupakan seorang wartawan pada orde lama yang
telah menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Sedang Ibunya bernama Halimah,
seorang wanita keturunan Cibadak, Jawa Barat.Chairul Tanjung semasa muda hidup
dalam keluarga yang sederhana dan tinggal bersama dengan enam saudara
lainnya.Pada masa orde baru, ayahnya dipaksa tutup karena bersebrangan secara
politik dengan penguasa saat itu.Keadaan ini membuat mereka tinggal di kamar
losmen yang sempit.
Pendidikan
Chairul Tanjung bersekolah di SD
Van Lith, Jakarta di tahun 1975.Kemudian melanjutkan sekolah menengahnya di SMP
Van Lith, Jakarta, pada tahun 1978, yang kemudian melanjutkan bersekolah di SMA
Negeri 1 Boedi Oetomo, Jakarta, di tahun 1981.Chairul Tanjung melanjutkan
pendidikan kulliahnya di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia di
tahun 1987, dan sempat meneruskan study di IPPM tahun 1993.Semasa kuliah,
Chairul Tanjung sempat bekerja sampingan dengan berjualan buku kuliah stensilan,
kaos, dan membuka jasa foto kopi di kampus.Dia juga pernah mendirikan toko yang
menjual peralatan khusus kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen, Jakarta
Pusat.Chairul Tanjung juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai Mahasiswa
Teladan Tingkat Nasional pada tahun 1984 - 1985.
2. Memulai
Membangun Bisnis
Selesai lulus kuliah, Chaerul
Tanjung bersama tiga orang rekannya mendirikan sebuah perusahaan yang mereka
beri nama PT Pariarti Shindutama di tahun 1987. Dengan modal awal sekitar Rp
150.000.000,00 yang dipinjam dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu
anak-anak untuk ekspor.Bisnis berjalan baik, perusahaan tersebut langsung
mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia.Akan tetapi karena
perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul Tanjung memilih keluar dan
mendirikan usaha sendiri.
Chaerul Tanjung memberi nama
perusahaan barunya tersebut dengan nama Para Group. Perusahaan konglomerasi
(perusahaan yang mempunya beragam bisnis dan memungkinkan tidak ada kaitan
antara satu sama lain) ini mempunyai anak perusahaan di antaranya Para Inti
Holdindo sebagai father holding company, yang membawahkan beberapa sub-holding,
yakni Para Inti Investindo (media dan investasi), Para Global Investindo
(bisnis keuangan), dan Para Inti Propertindo (properti).
Kehebatannya dalam membangun
jaringan dan sebagai pengusaha, membuat bisnis yang ia kelola semakin
berkembang. Chairul mereposisikan dirinya di tiga bisnis inti, yaitu; keuangan,
properti, dan multimedia.Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di bidang
finansial, antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi
Finance, Bank Mega, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega
Finance.
Perusahaan tersebut membawahi Para
Bali Propertindo, Para Bandung Propertindo, Batam Indah Investindo, dan
Mega Indah Propertindo. Para Group memiliki Bandung Supermall.Mall seluas 3
hektar ini menghabiskan dana Rp 99 miliar. Para Group meluncurkan Bandung
Supermall sebagai Central Business District (pusat aktivitas bisnis) pada tahun
1999.
Di bidang investasi, pada awal 2010 Para Group
melalui anak perusahaannya, Trans Corp membeli sebagian besar saham Carefour
Indonesia, yakni sejumlah 40 persen. MoU (memorandum of understanding) dalam
pembelian saham Carrefour ini ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 di
Perancis.
Di bidang penyiaran dan multimedia,
Para Group memiliki Trans TV, Trans7, Trans Fashion, Trans Lifestyle, Trans
Studio, dan Mahagagaya Perdan. Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para
Grup menjadi CT Corp pada tanggal 1 Desember 2011. CT Corp sendiri terdiri dari
tiga perusahaan sub holding: Trans Corp, Mega Corp, dan CT Global Resources
yang meliputi media, layanan finansial, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber
daya alam.
Jatuh Bangun Chairul
Tanjung
Kegagalannya dalam membangun bisnis
toko peralatan kedokteran dan laboratorium lantas tidak membuatnya patah
semangat.Ia mencoba membuka usaha kontraktor walaupun ia tetap mengalami
kebangkrutan sehingga membuatnya harus bekerja di perusahaan baja dan sempat
pindah ke perusahaan rotan.Setelah lulus kuliah dari Fakultas Kedokteran Gigi,
Universitas Indonesia pada tahun 1987, Chairul Tanjung bersama dengan tiga
rekannya memulai sebuah bisnis pembuatan sepatu anak-anak ekspor yang diberi
nama PT Pariarti Shindutama dengan bermodalkan uang sebesar Rp150 juta yang
dipinjam dari Bank Exim.
Dewi Fortuna saat itu sedang
berpihak padanya karena pesanan sebanyak 160 ribu pasang sepatu dari Italia
sehingga membuat bisnis bersama rekannya itu maju pesat. Namun sangat
disayangkan, kerja sama mereka mendapat jalan buntu oleh karena perbedaan visi
dalam hal ekspansi usaha sehingga membuat Chairul Tanjung memutuskan untuk
memisahkan diri dari rekan-rekannya tersebut dan mendirikan bisnis sendiri.
BAB
II
PEMBAHASAN
Tantangan
Chairul Tanjung dalam menghadapi perekonomian 2014
Awalnya, seiring dengan melemahnya
perekonomian sejumlah negara maju di dunia, seperti Amerika Serikat, banyak
dana yang mengalir ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Alhasil,
perekonomian Indonesia pun menjadi ciamik.Namun, kini kondisinya justru
berbalik.Sejumlah negara yang perekonomiannya buruk mulai membaik.Sebagai
dampaknya, pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi melambat.
"Negara-negara maju yang
tadinya pertumbuhan ekonominya relatif rendah dan mempunyai banyak masalah,
kelihatannya di akhir periode tahun 2013 ini dan akan berlanjut di tahun 2014,
sudah mulai menunjukkan tanda-tanda yang membaik. Sementara, negara-negara emerging
countries yang tadinya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di dunia justru
terjadi proses perlambatan," terang Chairul Tanjung, Ketua Komite Ekonomi
Nasional yang juga merupakan Chairman CT Corp, di acara seminar yang bertajuk
"Prospek Ekonomi Indonesia 2014: Tantangan Ekonomi di Tengah Tahun
Politik," yang diadakan KEN, di Jakarta, Selasa (3/12/2013).Chairul
mengatakan, di AS tingkat pengangguran turun secara signifikan. Data terakhir,
kata dia, menunjukkan tingkat pengangguran berada di angka 7,2 persen.
"Dan diperkirakan pada kuartal I tahun depan sudah akan mencapai angka di
bawah 7 persen," lanjut dia.
Kalau kondisi
perekonomian AS membaik, apa dampak selanjutnya?
Tentu perekonomian yang baik di
Amerika membuat kebijakan pemerintah dan bank sentral setempat menjadi
berubah.Yang tadinya memberi stimulus dalam jumlah besar agar ekonomi tumbuh,
sekarang (setelah ekonomi tumbuh dan) penyerapan tenaga kerja terjadi, tentu
mereka ingin menarik stimulusnya kembali.Kenapa? Kalau tidak, akan terjadi
inflasi berlebihan di negara tersebut. Efek dari ditariknya stimulus, atau quantitative
easing, yang disebut tapering off itu akan menyebabkan tertariknya
uang dari pasar dunia. Uang ini tadinya banyak masuk ke emerging countries,
termasuk Indonesia.Dengan tertariknya uang ini, tentu akan berakibat
mengalirnya uang dari Indonesia balik ke negara yang tadinya mengeluarkan
stimulus tersebut. Sehingga terjadilah arus balik (atau) keluar dana yang ada
di negara kita. Tentu berakibat pada mulai melemahnya rupiah dan meningkatnya
suku bunga kita.
Hal ini diantisipasi oleh Bank
Indonesia dengan mengetatkan ekonomi kita.Dengan mulai meningkatkan suku bunga,
dan melakukan stabilisasi sektor keuangan.Tentu hal ini bisa berakibat yang
baik untuk jangka pendek.Tapi, kalau salah dosis bisa berakibat buruk untuk
perekonomian.
Bagaimana
kondisi di negara-negara berkembang?
Dilihat dari berbagai Negara-negara
berkembang, seperti China dan India, ternyata pertumbuhan ekonominya turun
cukup signifikan.China tumbuh 7 koma sekian persen.Menurut mereka, itu sudah
kecil, karena biasanya tumbuh lebih dari 10 persen. India diperkirakan tahun
ini tumbuh 4,4 persen.Mengecilnya pertumbuhan ekonomi di India dan China, akan
merubah struktur ekspor kita. Karena terjadi penurunan permintaan dan harga
komoditas kita. Dengan terjadinya penurunan harga komoditas maka ekspor
kita pun jadi terganggu, karena ekspor masih berbasis pada sumber daya alam
yang ada. Ini adalah salah satu faktor yang menjadi tantangan kita di 2014.
Lalu, apa
tantangan yang lainnya di tahun depan?
Tantangan kedua adalah kita
memiliki peningkatan konsumsi domestik yang luar biasa.Karena jumlah penduduk
kita yang besar, dan makin lama makin bertambah.Pertumbuhan penduduk kita masih
cukup signifikan.Dan yang perlu juga diketahui, dengan meningkatnya income,
yang tentu kita harus syukuri karena itu menjadi bukti peningkatan
kesejahteraan rakyat kita, ternyata peningkatan permintaan yang luar biasa
tidak diikuti dengan kenaikan produksi yang cukup. Harusnya konsumsi yang luar
biasa besar bisa menggerakkan ekonomi, kalau dibantu dengan produksi yang
cukup, dan itu akan jadi kekuatan ekonomi yang luar biasa.
Namun, kenyataannya, peningkatan
permintaan yang luar biasa masih harus diikuti dengan bertumbuhnya impor yang
luar biasa. Dari sisi komoditas pertanian, kita masih harus impor daging dengan
luar biasa besar dan mengimpor kebutuhan-kebutuhan yang lain, karena masyarakat
makin sejahtera, sehingga gaya hidup dan konsumsinya berubah. Dari tadinya
makan banyak nasi, sekarang makan banyak protein.Sementera, kondisi kita itu
produksi banyak beras dan tidak banyak protein sehingga terjadi ketimpangan.
Tentu permasalahan ini juga
berakibat pada perekonomian Indonesia dengan defisit perdagangan dan
dilanjutkan dengan defisit neraca pembayaran.Ini hal kedua yang jadi tantangan
kita. Kondisi serupa juga terjadi di sektor industri, migas, dan sektor
lain.Tantangan ketiga.Tahun ini adalah tahun politik. Seperti kita ketahui,
masih banyak investor khususnya dari luar negeri dan sebagian investor dalam
negeri, masih wait and see atau menunggu apa yang terjadi di 2014.
Pertama, apakah pemilu berjalan dengan baik, apakah pemilu berjalan dengan aman
atau tidak aman. Mereka menunggu untuk melakukan realisasi dari apa yang akan
mereka lakukan.
Mereka juga menunggu siapa pemimpin
Indonesia berikutnya.Apakah dia pro pasar, sangat perhatian terhadap
perekonomian, dan mengerti atau tidak mengerti perekonomian kita. Itu menjadi
tanda tanya besar. Ini tentu berpengaruh terhadap keputusan para
investor.Kondisi ini juga berpengaruh, di mana tampak dari mulai melambatnya
pertumbuhan.Ekonomi tetap tumbuh tapi melambat, misalnya dalam hal
investasinya, karena menunggu hal-hal seperti itu.
Tantangan keempat.Saya selalu
melihat segala sesuatu dengan optimis.Kalau ada tantangan pertama, kedua,
ketiga, (tetapi tetap) saya melihat segala sesuatunya dengan optimis.Karena
pengusaha katanya harus selalu melihat peluang di antara tantangan yang ada.Di
faktor yang keempat ini, ada juga dua hal yang perlu membuat kita tetap
optimis.Karena status demografi kita dengan jumlah penduduk yang besar dan
banyaknya manusia yang produktif ketimbang yang tidak produktif, yang dinamakan
bonus demografi, itu membuat seperti kalau naik pesawat ada tail wind.Jadi,
selalu ada dorongan untuk tumbuhnya konsumsi domestik, walaupun masih banyak
impor yang dilakukan.
Dengan situasi seperti ini, maka
perekonomian Indonesia tetap masih akan tumbuh, walau tumbuhnya tidak seperti
tahun-tahun sebelumnya. Kedua, saya selalu dan masih berharap, saya melihat
insyaAllah pemilu tahun 2014 akan berjalan dengan baik dan aman. Dan, saya
selalu percaya suara rakyat adalah suara Tuhan.Dan, selalu saja hadirnya
pemimpin baru membuat euforia terhadap harapan adanya perubahan menuju sesuatu
yang lebih baik. Biasanya akan ada perbaikan ekonomi yang cukup signifikan di
tahun 2014 akhir, khususnya kuartal IV, setelah pemerintah baru ada. Namun, itu
harus diikuti oleh pemerintah baru tersebut dengan langkah-langkah yang sangat
fundamental untuk merubah struktur perekonomian kita yang dirasakan masih perlu
banyak yang harus diperbaiki. (EVA).
Menjadi Menko Perekonomian
Pada tanggal 16 Mei 2014, Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN), Chairul
Tanjung, sebagai Menko Perekonomian. Charul Tanjung menggantikan Hatta Rajasa
yang telah resmi mengundurkan diri karena maju menjadi calon wapres Prabowo
Subianto dalam pilpres 2014 dengan dukungan dari Partai Gerindra, PKS, PAN,
Golkar dan PPP.Pelantikan Chairul Tanjung dilakukan oleh Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Senin, 19 Mei 2014 berdasarkan Keputusan
Presiden Nomor 41 Tahun 2014.Di tanggal 27 Oktober 2014 Chairul Tanjung
digantikan oleh Sofyan Djalil sebagai Menko Perekonomian.
Penghargaan
Pada tanggal 18 April 2015, Chairul
Tanjung dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu kewirausahaan Universitas
Airlangga (Unair) Surabaya.Pengukuhan gelar tersebut dilakukan di ruang Garuda
Mukti, Gedung Rektorat, kampus C Unair, Surabaya.Chairul Tanjung juga
mendapatkan penghargaan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Award di tahun 2015.
Tips Berbisnis dari Chairul Tanjung
Chairul Tanjung merupakan salah
seorang pengusaha sukses dalam berbisnis. Dia memiliki beberapa cara agar
bisnis yang dia kelola menjadi lebih baik dan tentunya sukses.Chairul
menyatakan bahwa dalam membangun bisnis, mengembangkan suatu jaringan adalah
hal yang penting.Selain itu memiliki rekanan yang baik juga sangat
diperlukan.Membangun relasi pun bukan hanya dengan perusahaan yang sudah
ternama, tetapi juga pada perusahaan-perusahaan yang belum terkenal sekalipun.
Bagi dirinya, pertemanan yang baik akan membantu proses berkembangnya bisnis
yang dikerjakan. Ketika bisnis sedang dalam kondisi tidak bagus maka jejaring
bisa diandalkan.
Dalam hal investasi, Chairul
Tanjung memiliki idealisme bahwa perusahaan lokal pun bisa menjadi perusahaan
yang mampu bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Dia tidak
menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar
negeri.Menurutnya modal memang penting dalam membangun dan mengembangkan
bisnis/usaha.Selain itu, kemauan dan kerja keras, merupakan hal paling pokok
yang harus dimiliki seseorang yang ingin sukses.Bagi dirinya mendapatkan mitra
kerja yang handal adalah segalanya. Di mana membangun kepercayaan sama halnya
dengan membangun integritas.
Dalam bisnis, Chairul menyatakan
bahwa generasi muda sudah seharusnya mau menapaki tangga usaha satu
persatu.Menurutnya membangun suatu bisnis tidak seperti membalikkan telapak
tangan.Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tak pernah menyerah.Jangan sampai
banyak yang mengambil jalan seketika, karena dalam dunia usaha kesabaran adalah
salah satu kunci utama dalam menngambil hati pasar.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari kesimpulan profile
diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa untuk menjadi seorang pengusaha sukses
harus diawali dengan tekad, karena dengan tekad itu kita berani memulai usaha
dari awal.Dari usaha awal yang dirintis beliau tidak berjalan dengan baik
melainkan dia selalu giat, gigih, pantang menyerah, berdoa dan akhirnya beliau
menjadi seorang pengusaha sukses.
Saran
Belajar untuk memulai usaha didasari
dengan tekad dan percaya diri, berusaha, pantang menyerah, tawakal, dan
berdoa.Kita dapat mengambil hal-hal baik atau motivasi dari para pengusaha
sukses agar sebagai bahan memotivasi kita untuk berani merintis usaha dari
awal.
REFERENSI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar