Minggu, 24 Juni 2018

Perjalanan Sukses Chairul Tanjung

PROFIL PENGUSAHA SUKSES

DISUSUN OLEH :























NAMA   : SYAIFUL ANWAR RANGKUTI
NIM       : 171201162
KELAS : HUT 2A


 

  

PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2018



 KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah ini dengan baik dan tepat waktu.Makalah ini berjudul “Profil Pengusaha Sukses" pada mata kuliah Kewirausahaan dengan lancar.Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menambah wawasan, memaparkan berbagai hal yang berkaitan dengan profil pengusaha sukses sehingga dapat membantu para mahasiswa dalam mengetahui tentang bagaimana menjadi pengusaha sukses, serta memenuhi tugas yang telah diberikan oleh Dosen Pembimbing mata kuliah Kewirausahaan.Penulis menyadari masih terdapat kesalahan dalam penulisan makalah ini.Penulis mengharapkan kritik dan saran dalam penulisan makalah ini.Penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat dan dapat merealisasikan ilmu yang ada di makalah ini.


Medan,       Juni 2018
Syaiful Anwar Rangkuti









DAFTAR ISI
Halaman

KATA PENGANTAR………………………………………………………...…………….i

DAFTAR ISI...................................................................................................... ….…………ii


BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Kehidupan  ............................................................................ ……………1
2. Awal Mula Usaha  .......................................................................................... ……………1
BAB II PEMBAHASAN  ................................................................................. ……………3


BAB III PENUTUP
Kesimpulan ......................................................................................................... …………….5
Saran   ................................................................................................................. …………….5


REFRENSI









BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang Kehidupan

Chairul Tanjung lahir di Jakarta tanggal 16 juni 1962.Ayahnya bernama Abdul Ghafar Tanjung, dan berasal dari Sibolga, Sumatera Utara. Ayahnya merupakan seorang wartawan pada orde lama yang telah menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Sedang Ibunya bernama Halimah, seorang wanita keturunan Cibadak, Jawa Barat.Chairul Tanjung semasa muda hidup dalam keluarga yang sederhana dan tinggal bersama dengan enam saudara lainnya.Pada masa orde baru, ayahnya dipaksa tutup karena bersebrangan secara politik dengan penguasa saat itu.Keadaan ini membuat mereka tinggal di kamar losmen yang sempit.
Pendidikan
Chairul Tanjung bersekolah di SD Van Lith, Jakarta di tahun 1975.Kemudian melanjutkan sekolah menengahnya di SMP Van Lith, Jakarta, pada tahun 1978, yang kemudian melanjutkan bersekolah di SMA Negeri 1 Boedi Oetomo, Jakarta, di tahun 1981.Chairul Tanjung melanjutkan pendidikan kulliahnya di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia di tahun 1987, dan sempat meneruskan study di IPPM tahun 1993.Semasa kuliah, Chairul Tanjung sempat bekerja sampingan dengan berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan membuka jasa foto kopi di kampus.Dia juga pernah mendirikan toko yang menjual peralatan khusus kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen, Jakarta Pusat.Chairul Tanjung juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional pada tahun 1984 - 1985.
2.      Memulai Membangun Bisnis
Selesai lulus kuliah, Chaerul Tanjung bersama tiga orang rekannya mendirikan sebuah perusahaan yang mereka beri nama PT Pariarti Shindutama di tahun 1987. Dengan modal awal sekitar Rp 150.000.000,00 yang dipinjam dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor.Bisnis berjalan baik, perusahaan tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia.Akan tetapi karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul Tanjung memilih keluar dan mendirikan usaha sendiri.
Chaerul Tanjung memberi nama perusahaan barunya tersebut dengan nama Para Group. Perusahaan konglomerasi (perusahaan yang mempunya beragam bisnis dan memungkinkan tidak ada kaitan antara satu sama lain) ini mempunyai anak perusahaan di antaranya Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Inti Investindo (media dan investasi), Para Global Investindo (bisnis keuangan), dan Para Inti Propertindo (properti).
Kehebatannya dalam membangun jaringan dan sebagai pengusaha, membuat bisnis yang ia kelola semakin berkembang. Chairul mereposisikan dirinya di tiga bisnis inti, yaitu; keuangan, properti, dan multimedia.Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial, antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega Finance.
Perusahaan tersebut membawahi Para Bali Propertindo,  Para Bandung Propertindo, Batam Indah Investindo, dan Mega Indah Propertindo. Para Group memiliki Bandung Supermall.Mall seluas 3 hektar ini menghabiskan dana Rp 99 miliar. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District (pusat aktivitas bisnis) pada tahun 1999.
Di bidang investasi, pada awal 2010 Para Group melalui anak perusahaannya, Trans Corp membeli sebagian besar saham Carefour Indonesia, yakni sejumlah 40 persen. MoU (memorandum of understanding) dalam pembelian saham Carrefour ini ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 di Perancis.
Di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki Trans TV, Trans7, Trans Fashion, Trans Lifestyle, Trans Studio, dan Mahagagaya Perdan. Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp pada tanggal 1 Desember 2011. CT Corp sendiri terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Trans Corp, Mega Corp, dan CT Global Resources yang meliputi media, layanan finansial, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam.
Jatuh Bangun Chairul Tanjung
Kegagalannya dalam membangun bisnis toko peralatan kedokteran dan laboratorium lantas tidak membuatnya patah semangat.Ia mencoba membuka usaha kontraktor walaupun ia tetap mengalami kebangkrutan sehingga membuatnya harus bekerja di perusahaan baja dan sempat pindah ke perusahaan rotan.Setelah lulus kuliah dari Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia pada tahun 1987, Chairul Tanjung bersama dengan tiga rekannya memulai sebuah bisnis pembuatan sepatu anak-anak ekspor yang diberi nama PT Pariarti Shindutama dengan bermodalkan uang sebesar Rp150 juta yang dipinjam dari Bank Exim.
Dewi Fortuna saat itu sedang berpihak padanya karena pesanan sebanyak 160 ribu pasang sepatu dari Italia sehingga membuat bisnis bersama rekannya itu maju pesat. Namun sangat disayangkan, kerja sama mereka mendapat jalan buntu oleh karena perbedaan visi dalam hal ekspansi usaha sehingga membuat Chairul Tanjung memutuskan untuk memisahkan diri dari rekan-rekannya tersebut dan mendirikan bisnis sendiri.




BAB II
PEMBAHASAN

Tantangan Chairul Tanjung dalam menghadapi perekonomian 2014
Awalnya, seiring dengan melemahnya perekonomian sejumlah negara maju di dunia, seperti Amerika Serikat, banyak dana yang mengalir ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Alhasil, perekonomian Indonesia pun menjadi ciamik.Namun, kini kondisinya justru berbalik.Sejumlah negara yang perekonomiannya buruk mulai membaik.Sebagai dampaknya, pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi melambat.
"Negara-negara maju yang tadinya pertumbuhan ekonominya relatif rendah dan mempunyai banyak masalah, kelihatannya di akhir periode tahun 2013 ini dan akan berlanjut di tahun 2014, sudah mulai menunjukkan tanda-tanda yang membaik. Sementara, negara-negara emerging countries yang tadinya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di dunia justru terjadi proses perlambatan," terang Chairul Tanjung, Ketua Komite Ekonomi Nasional yang juga merupakan Chairman CT Corp, di acara seminar yang bertajuk "Prospek Ekonomi Indonesia 2014: Tantangan Ekonomi di Tengah Tahun Politik," yang diadakan KEN, di Jakarta, Selasa (3/12/2013).Chairul mengatakan, di AS tingkat pengangguran turun secara signifikan. Data terakhir, kata dia, menunjukkan tingkat pengangguran berada di angka 7,2 persen. "Dan diperkirakan pada kuartal I tahun depan sudah akan mencapai angka di bawah 7 persen," lanjut dia.
Kalau kondisi perekonomian AS membaik, apa dampak selanjutnya?
Tentu perekonomian yang baik di Amerika membuat kebijakan pemerintah dan bank sentral setempat menjadi berubah.Yang tadinya memberi stimulus dalam jumlah besar agar ekonomi tumbuh, sekarang (setelah ekonomi tumbuh dan) penyerapan tenaga kerja terjadi, tentu mereka ingin menarik stimulusnya kembali.Kenapa? Kalau tidak, akan terjadi inflasi berlebihan di negara tersebut. Efek dari ditariknya stimulus, atau quantitative easing, yang disebut tapering off itu akan menyebabkan tertariknya uang dari pasar dunia. Uang ini tadinya banyak masuk ke emerging countries, termasuk Indonesia.Dengan tertariknya uang ini, tentu akan berakibat mengalirnya uang dari Indonesia balik ke negara yang tadinya mengeluarkan stimulus tersebut. Sehingga terjadilah arus balik (atau) keluar dana yang ada di negara kita. Tentu berakibat pada mulai melemahnya rupiah dan meningkatnya suku bunga kita.
Hal ini diantisipasi oleh Bank Indonesia dengan mengetatkan ekonomi kita.Dengan mulai meningkatkan suku bunga, dan melakukan stabilisasi sektor keuangan.Tentu hal ini bisa berakibat yang baik untuk jangka pendek.Tapi, kalau salah dosis bisa berakibat buruk untuk perekonomian.
Bagaimana kondisi di negara-negara berkembang?
Dilihat dari berbagai Negara-negara berkembang, seperti China dan India, ternyata pertumbuhan ekonominya turun cukup signifikan.China tumbuh 7 koma sekian persen.Menurut mereka, itu sudah kecil, karena biasanya tumbuh lebih dari 10 persen. India diperkirakan tahun ini tumbuh 4,4 persen.Mengecilnya pertumbuhan ekonomi di India dan China, akan merubah struktur ekspor kita. Karena terjadi penurunan permintaan dan harga komoditas kita. Dengan terjadinya penurunan harga komoditas maka  ekspor kita pun jadi terganggu, karena ekspor masih berbasis pada sumber daya alam yang ada. Ini adalah salah satu faktor yang menjadi tantangan kita di 2014.
Lalu, apa tantangan yang lainnya di tahun depan?
Tantangan kedua adalah kita memiliki peningkatan konsumsi domestik yang luar biasa.Karena jumlah penduduk kita yang besar, dan makin lama makin bertambah.Pertumbuhan penduduk kita masih cukup signifikan.Dan yang perlu juga diketahui, dengan meningkatnya income, yang tentu kita harus syukuri karena itu menjadi bukti peningkatan kesejahteraan rakyat kita, ternyata peningkatan permintaan yang luar biasa tidak diikuti dengan kenaikan produksi yang cukup. Harusnya konsumsi yang luar biasa besar bisa menggerakkan ekonomi, kalau dibantu dengan produksi yang cukup, dan itu akan jadi kekuatan ekonomi yang luar biasa.
Namun, kenyataannya, peningkatan permintaan yang luar biasa masih harus diikuti dengan bertumbuhnya impor yang luar biasa. Dari sisi komoditas pertanian, kita masih harus impor daging dengan luar biasa besar dan mengimpor kebutuhan-kebutuhan yang lain, karena masyarakat makin sejahtera, sehingga gaya hidup dan konsumsinya berubah. Dari tadinya makan banyak nasi, sekarang makan banyak protein.Sementera, kondisi kita itu produksi banyak beras dan tidak banyak protein sehingga terjadi ketimpangan.
Tentu permasalahan ini juga berakibat pada perekonomian Indonesia dengan defisit perdagangan dan dilanjutkan dengan defisit neraca pembayaran.Ini hal kedua yang jadi tantangan kita. Kondisi serupa juga terjadi di sektor industri, migas, dan sektor lain.Tantangan ketiga.Tahun ini adalah tahun politik. Seperti kita ketahui, masih banyak investor khususnya dari luar negeri dan sebagian investor dalam negeri, masih wait and see atau menunggu apa yang terjadi di 2014. Pertama, apakah pemilu berjalan dengan baik, apakah pemilu berjalan dengan aman atau tidak aman. Mereka menunggu untuk melakukan realisasi dari apa yang akan mereka lakukan.
Mereka juga menunggu siapa pemimpin Indonesia berikutnya.Apakah dia pro pasar, sangat perhatian terhadap perekonomian, dan mengerti atau tidak mengerti perekonomian kita. Itu menjadi tanda tanya besar. Ini tentu berpengaruh terhadap keputusan para investor.Kondisi ini juga berpengaruh, di mana tampak dari mulai melambatnya pertumbuhan.Ekonomi tetap tumbuh tapi melambat, misalnya dalam hal investasinya, karena menunggu hal-hal seperti itu.
Tantangan keempat.Saya selalu melihat segala sesuatu dengan optimis.Kalau ada tantangan pertama, kedua, ketiga, (tetapi tetap) saya melihat segala sesuatunya dengan optimis.Karena pengusaha katanya harus selalu melihat peluang di antara tantangan yang ada.Di faktor yang keempat ini, ada juga dua hal yang perlu membuat kita tetap optimis.Karena status demografi kita dengan jumlah penduduk yang besar dan banyaknya manusia yang produktif ketimbang yang tidak produktif, yang dinamakan bonus demografi, itu membuat seperti kalau naik pesawat ada tail wind.Jadi, selalu ada dorongan untuk tumbuhnya konsumsi domestik, walaupun masih banyak impor yang dilakukan.
Dengan situasi seperti ini, maka perekonomian Indonesia tetap masih akan tumbuh, walau tumbuhnya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Kedua, saya selalu dan masih berharap, saya melihat insyaAllah pemilu tahun 2014 akan berjalan dengan baik dan aman. Dan, saya selalu percaya suara rakyat adalah suara Tuhan.Dan, selalu saja hadirnya pemimpin baru membuat euforia terhadap harapan adanya perubahan menuju sesuatu yang lebih baik. Biasanya akan ada perbaikan ekonomi yang cukup signifikan di tahun 2014 akhir, khususnya kuartal IV, setelah pemerintah baru ada. Namun, itu harus diikuti oleh pemerintah baru tersebut dengan langkah-langkah yang sangat fundamental untuk merubah struktur perekonomian kita yang dirasakan masih perlu banyak yang harus diperbaiki. (EVA).
Menjadi Menko Perekonomian
Pada tanggal 16 Mei 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN), Chairul Tanjung, sebagai Menko Perekonomian. Charul Tanjung menggantikan Hatta Rajasa yang telah resmi mengundurkan diri karena maju menjadi calon wapres Prabowo Subianto dalam pilpres 2014 dengan dukungan dari Partai Gerindra, PKS, PAN, Golkar dan PPP.Pelantikan Chairul Tanjung dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Senin, 19 Mei 2014 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 2014.Di tanggal 27 Oktober 2014 Chairul Tanjung digantikan oleh Sofyan Djalil sebagai Menko Perekonomian.
Penghargaan
Pada tanggal 18 April 2015, Chairul Tanjung dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu kewirausahaan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.Pengukuhan gelar tersebut dilakukan di ruang Garuda Mukti, Gedung Rektorat, kampus C Unair, Surabaya.Chairul Tanjung juga mendapatkan penghargaan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Award di tahun 2015.
Tips Berbisnis dari Chairul Tanjung
Chairul Tanjung merupakan salah seorang pengusaha sukses dalam berbisnis. Dia memiliki beberapa cara agar bisnis yang dia kelola menjadi lebih baik dan tentunya sukses.Chairul menyatakan bahwa dalam membangun bisnis, mengembangkan suatu jaringan adalah hal yang penting.Selain itu memiliki rekanan yang baik juga sangat diperlukan.Membangun relasi pun bukan hanya dengan perusahaan yang sudah ternama, tetapi juga pada perusahaan-perusahaan yang belum terkenal sekalipun. Bagi dirinya, pertemanan yang baik akan membantu proses berkembangnya bisnis yang dikerjakan. Ketika bisnis sedang dalam kondisi tidak bagus maka jejaring bisa diandalkan.
Dalam hal investasi, Chairul Tanjung memiliki idealisme bahwa perusahaan lokal pun bisa menjadi perusahaan yang mampu bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Dia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri.Menurutnya modal memang penting dalam membangun dan mengembangkan bisnis/usaha.Selain itu, kemauan dan kerja keras, merupakan hal paling pokok yang harus dimiliki seseorang yang ingin sukses.Bagi dirinya mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya. Di mana membangun kepercayaan sama halnya dengan membangun integritas.
Dalam bisnis, Chairul menyatakan bahwa generasi muda sudah seharusnya mau menapaki tangga usaha satu persatu.Menurutnya membangun suatu bisnis tidak seperti membalikkan telapak tangan.Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tak pernah menyerah.Jangan sampai banyak yang mengambil jalan seketika, karena dalam dunia usaha kesabaran adalah salah satu kunci utama dalam menngambil hati pasar.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
            Dari kesimpulan profile diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa untuk menjadi seorang pengusaha sukses harus diawali dengan tekad, karena dengan tekad itu kita berani memulai usaha dari awal.Dari usaha awal yang dirintis beliau tidak berjalan dengan baik melainkan dia selalu giat, gigih, pantang menyerah, berdoa dan akhirnya beliau menjadi seorang pengusaha sukses.
Saran
            Belajar untuk memulai usaha didasari dengan tekad dan percaya diri, berusaha, pantang menyerah, tawakal, dan berdoa.Kita dapat mengambil hal-hal baik atau motivasi dari para pengusaha sukses agar sebagai bahan memotivasi kita untuk berani merintis usaha dari awal.


REFERENSI





Tidak ada komentar:

Posting Komentar